http://www.atm303.com/slots.html

5 Alasan Pasangan Tidak Mau LDR an, Meski Banyak Yang Berakhir Bahagia

Kalau dirunut ke belakang, rasanya sudah sering sekali Hipwee mengupas segala sesuatu tentang pasangan yang jalani LDR-an. Mulai dari keuntungannya, hambatan yang dilalui, suka duka, kebiasaan, sikap sampai kisah bahagia pasangan yang berakhir di pelaminan. Namun tahukah kamu bahwa nggak semua orang bisa jalani LDR-an?

Orang-orang yang ogah jalani LDR-an ini biasanya punya alasan kuat mengapa hubungan jarak jauh menempati pilihan terakhir atau bahkan sama sekali tak akan mereka ambil. Kalau kamu termasuk salah satu orang yang anti LDR club, mungkin alasan-alasan di bawah akan buatmu menganggukkan kepala. Agen Judi Online

1. LDR itu hanya untuk mereka yang saling percaya. Kamu yang pesannya telat dibalas saja uring-uringan jelas tak mau ambil risiko ke depannya
Selain komunikasi, salah satu pilar penopang jalinan LDR adalah saling percaya. Ya bayangkan saja. Ibarat membangun rumah tapi para arsitekturnya hanya berkomunikasi lewat email atau Whatsapp. Sesekali pakai video call, itupun kalau waktunya ada. Nah karena sama-sama membangun hubungan dari kejauhan, rasa saling percaya pun akhirnya mutlak dibutuhkan.

Sementara sampai saat ini kamu masih belum bisa. Jangankan rasa percaya untuk saling berjauhan, pesanmu telat dia balas saja bisa berakhir uring-uringan. Nah karena inilah kamu tak mau mengambil risiko besar. Kalau bisa pacaran yang dekat-dekat saja, kenapa harus milih yang berjauhan?

2. Bagimu pacaran ya harus bisa sering ketemu. Kalau hanya setahun sekali, aduh, lebih baik nggak dulu

Zaman memang sudah semakin maju. Tekonologi komunikasi pun semakin canggih. Apalagi sejak ada media sosial yang mampu mendekatkan yang jauh. Rasanya menjalani LDR bukan lagi masalah. Namun meski sudah secanggih ini, kamu masih berpegang pada prinsip jalani hubungan ala zaman dulu. Iya, bagimu pacaran ya harus bisa saling ketemu. Toh kalau ada apa-apa kalian bisa segera saling membantu. Belum tentu kan kalau jauh-jauhan apalagi sampai beda zona waktu, tiap ada masalah kalian bisa cepat tanggap?

3. Kamu termasuk orang yang butuh sentuhan. Hubungan jarak jauh jelas nggak cocok untukmu
Setiap orang punya karakteristik lain-lain. Ada yang suka dengna keramaian, ada juga yang pilih sendiri dalam sunyi. Ada yang cukup melihat sudah luruh rasa khawatirnya, ada pula yang harus meluk dulu baru bisa reda kepanikannya. Nah kamu masuk dalam tipe yang kedua. Kamu termasuk orang yang butuh sentuhan. Baik itu pelukan, kecupan di kening untuk menenangkan sampai hal remeh seperti genggaman tangan. Sementara kalau jalani LDR-an sentuhan seperti inilah yang jarang sekali akan kamu dapatkan. Lalu bagaimana kalau di tengah perjalanan kalian nanti kamu panik luar biasa? Siapa yang memelukmu sembari berkata semua akan baik-baik saja?

http://www.atm303.com/slots.html

4. Karena sering gagal menjalin hubungan yang berdekatan, kamu belum juga punya keberanian untuk mencoba LDR-an
Kalau dihitung lagi, sudah beberapa kali kamu menjalin hubungan. Semuanya pacaran jarak dekat. Paling jauh juga hanya beda daerah tempat tinggal. Itupun satu kota. Meski satu kota, kamu selalu saja gagal menjaga hubungan ini bersama. Semua berakhir karena kalau nggak diputuskan, kamu yang ogah meneruskan hubungan.

Berkaca dari pengalaman gagal menjaga hubungan ini, kamu merasa belum ada keberanian untuk LDR-an. Jalani hubungan yang tiap hari bisa ketemu saja selalu gagal, apalagi kalau jauh-jauhan? Duh, lebih baik cari dia yang dekat dan mampu segera memelukmu erat.

5. Kamu juga belum siap hadapi godaan LDR-an yang katanya jauh lebih beragam. Takutnya nanti malah banyak marahan daripada sayang-sayangan
Teman-temanmu sudah banyak yang lebih dulu merasakan LDR-an. Dari cerita dana pa yang kamu lihat, hubungan LDR yang mereka jalani itu banyak godaannya. Ada yang putus karena saling bosan, ada yang bubar karena orang ketiga meski ada juga sih yang akhirnya naik pelaminan bersama. Namun bagimu pacaran dengan jarak seperti ini jelas punya risiko dan godaan lebih besar. Secara mental kamu jelas belum siap. Secara komitmen dan rasa saling percaya? Duh, buat apa menumbuhkan 2 hal itu pada orang yang dipeluk saja nggak bisa?

http://www.atm303.com/

6 Hal Yang Dapat Membuatmu Ditolak Padahal Kamu Ganteng dan Kaya

Berkali-kali nembak ke cewek incaran kamu, tapi ditolak lagi ditolak lagi. Padahal ketika kamu menatap cermin di pagi hari, kamu merasa wajah kamu sudah ganteng dan teman-temanmu pun bilang kalau kamu ganteng. Dari segi dandanan pun kamu sudah kece. Kalau sudah begini, berarti yang salah bukan lagi di penampilan.

Terlepas dari penampilan fisik, cewek banyak mempertimbangkan berbagai hal yang ada dalam diri kamu. Cewek cenderung menganggap penampilan fisik hanya sebuah nilai plus. Banyak faktor seperti kenyamanan, sikapmu memperlakukannya, bahkan hingga detail terkecil bisa merusak image kamu di mata dia. Biar nggak salah langkah lagi, kali ini atm303 Boys mencoba membantu menguraikan penyebab kenapa kamu selalu ditolak.

1. Cara PDKT yang salah bisa membuat cewek ilfeel terhadapmu, hati-hati
Sebelum kamu melancarkan misi mendekatinya, lebih baik kamu cari tahu dulu bagaimana cewek incaranmu. Hal ini sangat penting boys karena jika kamu salah dalam memahaminya, bukannya dia akan menyukaimu tapi dia justru akan menjauhimu. Misalnya jika dia menyukai kegiatan outdoor, sering-seringlah mengajaknya berlibur. Hal ini akan menentukan bagaimana hubungan kalian selanjutnya. Jika obrolan kalian nyambung satu sama lain, maka kalian akan menjalani hubungan yang menyenangkan.

2. Jangan-jangan, standard kamu yang terlalu tinggi bikin kamu selalu ditolak
Coba cek lagi siapa saja cewek incaran kamu, boys. Apakah dia terlalu tinggi untuk kamu? Bukannya bermaksud mengajak rendah diri, tapi kita juga perlu tahu dimana posisi kita. Terkadang cewek incaran kamu menyukai cowok yang setipe dengannya karena dia pikir kamu tidak bisa mengimbanginya. Jangan juga mencari cewek hanya untuk menaikkan gengsimu boys. Bagaimanapun tujuanmu yang sudah tidak sehat akan menciptakan sebuah hubungan yang tidak sehat juga.

3. Sulit memahami apakah dia juga menyukaimu atau tidak
Tanpa kamu beritahu, sebenarnya sebagian besar cewek sudah peka jika kamu menyimpan perasaan terhadapnya. Kamu tidak perlu terlalu agresif saat mendekatinya, jangan juga bersikap seolah-olah kalian sudah pacaran. Karena kamu nggak pernah tahu, apakah cewek itu juga menyukaimu atau tidak. Kalau dia juga menyukaimu, dia pasti akan memberikan penerimaan yang baik terhadap setiap ajakanmu dan membalas semua chat kamu. Jadi sebelum kamu mengutarakan perasaaanmu, kamu harus pandai memperkirakan kemungkinan kamu diterima atau ditolak, biar nggak malu nantinya.

http://www.atm303.com/

4. Terlalu idealis dan banyak janji semu yang sebenernya mustahil
Ingat juga boys, kamu sedang PDKT, bukan sedang jadi calon legislatif. Kebanyakan cewek menyukai hal-hal realistis, seperti ketika kamu menanyai apakah dia sudah makan, maka ajaklah makan. Jangan cuma kamu tanyai dan kamu ingatkan makan. Rayuan dan gombalan yang terlalu berlebihan juga justru membuat cewek kehilangan selera denganmu. Sedangkan ketika kamu membuat janji dengan cewekmu, usahakan selalu kamu tepati. Cewek akan menilaimu sebagai orang yang memiliki komitmen.

5. Coba perhatikan lagi, apakah kamu memang sudah ganteng atau hanya merasa ganteng
Nah, lagi-lagi bukan bermaksud mengajak rendah diri, tapi kepedean juga bukan hal bagus. Bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Nicholas Epley dari Universitas Chichago, otak kita cenderung menipu kita untuk mengira diri kita lebih atraktif dari yang sebenarnya.

6. Kesalahan dalam menentukan hubungan yang kamu inginkan versus hubungan yang dia inginkan
Sebagian besar cewek mendefinisikan hubungan kedalam dua tipe, yaitu short-term relationship dan long-term relationship. Jika kamu hanya ingin main-main dan berniat ‘jalanin aja dulu’ dengan cewek yang memiliki orientasi hubungan jangka panjang atau long-term relationship maka PDKT mu akan sia-sia. Begitu juga sebaliknya, kamu justru hanya akan di PHP-in jika memaksakan serius pada cewek yang hanya ingin main-main denganmu.

Teruslah mengevaluasi diri menjadi lebih baik, boys. Karena tidak ada yang dengan menjadi lebih baik, daripada kamu terus berusaha menyalahkan keadaan dan orang-orang disekitarmu. Selamat berjuang untuk misi selanjutnya!